Matahari bersinar terik di Massachusetts. Di bawah langit yang bersih setelah badai awal pekan, sebuah pertandingan sepak bola dimainkan dengan penuh ketegasan. Prancis datang untuk menang, dan mereka melakukannya dengan cara yang dingin dan tuntas. Berdasarkan laporan dari Gillette Stadium, Les Bleus berhasil mengalahkan Norwegia dengan skor telak 4-1, memastikan diri sebagai juara grup dalam laga terakhir fase penyisihan Piala Dunia 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Guy Stéphan berdiri di tepi lapangan, menerima jabat tangan dan pelukan dari seluruh staf serta para pemain. Ada kebahagiaan dari pekerjaan yang diselesaikan dengan baik. Tanpa kehadiran Didier Deschamps yang harus kembali ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya, asisten setia itu berhasil menuntaskan tugas dengan sempurna. Norwegia, yang melakukan sepuluh perubahan dalam susunan pemain mereka karena sudah memikirkan babak 16 besar melawan Pantai Gading, tidak mampu berbuat banyak menghadapi ketajaman lini serang Prancis.
Menurut catatan pertandingan, Ousmane Dembélé menjadi orang yang paling bersinar di bawah terik matahari hari itu. Sang penyerang sayap kanan bermain dengan kemudahan yang luar biasa, mencetak tiga gol hanya dalam waktu 32 menit. Itu adalah hattrick pertamanya untuk tim nasional Prancis. Gol pertama lahir pada menit ke-7 setelah menerima umpan matang sejauh 40 meter dari Kylian Mbappé. Dembélé mengecoh bek lawan, lalu melepaskan tembakan yang merobek jala gawang. Skor berubah menjadi 1-0.
Kapten tim, Kylian Mbappé, kembali menunjukkan kelasnya dengan memberikan umpan kedua pada menit ke-20. Dembélé bergerak ke tengah dan menyelesaikan peluang dengan kaki kirinya. Norwegia sempat membalas satu gol semenit kemudian, membuat kedudukan menjadi 2-1. Namun, malam itu adalah milik sang penyerang Paris Saint-Germain. Menerima operan dari Tchouaméni pada menit ke-32, Dembélé kembali mematahkan pertahanan lawan dan melepaskan tendangan kaki kiri yang mematikan. Skor 3-1 bertahan hingga turun minum.
Namun, permainan tidak selalu tentang keindahan menyerang. Ada kerapuhan yang terlihat di lini belakang Prancis. Dayot Upamecano tidak berada dalam performa terbaiknya, meninggalkan Maxence Lacroix yang menjalani debut Piala Dunia untuk bekerja keras sendirian. Tanpa Erling Haaland yang diistirahatkan, Norwegia tetap mampu menebar ancaman. Berdasarkan pengamatan di lapangan, Théo Hernandez melakukan pelanggaran berat di kotak penalti pada menit ke-48, memberikan kesempatan emas bagi lawan.
Mike Maignan berdiri kokoh di bawah mistar gawang. Dia bergerak ke arah yang benar dan menggagalkan penalti tersebut. Penyelamatan itu adalah momen penting, yang pertama bagi seorang penjaga gawang Prancis dalam adu penalti Piala Dunia sejak Joël Bats menahan tendangan Zico pada perempat final legendaris melawan Brasil tahun 1986. Maignan kembali melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-72, menjaga keunggulan Prancis tetap aman dari gempuran Viking.
Perubahan pemain dilakukan oleh Stéphan di babak kedua, memasukkan Cherki dan Barcola untuk menyegarkan tim. Menjelang akhir laga, tepatnya pada menit ke-90+4, Doué yang menerima umpan dari Barcola menambah keunggulan Prancis menjadi 4-1. Tiga pertandingan, tiga kemenangan. Lini serang Prancis berada dalam kepercayaan diri yang tinggi, tetapi kerapuhan lini pertahanan tetap menjadi catatan yang harus segera diperbaiki sebelum babak 16 besar dimulai hari Selasa di MetLife Stadium, New York.