Malam di Foxborough terasa dingin setelah pertandingan berakhir. Prancis baru saja menumbangkan Norwégia dengan skor telak empat gol berbanding satu. Namun, di lorong stadion yang sempit, Ousmane Dembélé berjalan dengan wajah yang kaku. Ia tidak ingin bicara banyak kepada para jurnalis yang telah menunggunya dengan pena dan kamera siap rekam.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Kita harus tetap fokus, ada hal-hal penting yang akan datang," kata Ousmane Dembélé dengan nada datar. Kalimat itu diulangnya berkali-kali seperti sebuah mantra di zona campuran. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sang pemenang Ballon d'Or asal klub Paris Saint-Germain tersebut tampaknya sedang mengirimkan sebuah pesan tersirat dari balik bungkamnya.
Menurut laporan dari media Prancis, sang penyerang sayap memang tidak luput dari kecaman tajam belakangan ini. Kritik datang bertubi-tubi karena penampilannya yang dianggap menurun. Kelelahan fisik setelah membawa klubnya meraih kejayaan di kompetisi Eropa serta perubahan peran taktis di bawah asuhan pelatih menjadi beban berat yang harus dipikulnya.
Di Paris, Ousmane Dembélé adalah pusat permainan. Ia diberikan kebebasan penuh di lini depan, sering kali beroperasi sebagai penyerang lubang yang mematikan. Namun, mengenakan seragam biru Timnas Prancis di panggung Piala Dunia selalu menuntut hal yang berbeda. Tekanan itu nyata, dan setiap mata menilai dengan kejam.
Seorang pemain besar tidak menjawab kritik dengan kata-kata di atas kertas. Mereka menjawabnya dengan keringat di atas rumput hijau. Berdasarkan dinamika turnamen yang semakin intens, ketenangan Ousmane Dembélé ini bisa menjadi senjata paling mematikan bagi Prancis untuk menghadapi laga-laga besar berikutnya.