Prancis datang ke Amerika dengan ambisi besar. Mereka adalah finalis dua Piala Dunia terakhir. Prancis juara pada 2018 dan kalah pada 2022. Grup I di Piala Dunia 2026 ini sangat ketat. Tim asuhan Prancis harus segera siap. Mereka akan menghadapi Sénégal, Irak, dan Norwegia di fase grup.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Prancis menjadi favorit juara bersama Spanyol. Mereka memiliki tiga penyerang tajam. Ousmane Dembélé, Kylian Mbappé, dan Michael Olisé memimpin lini depan. Menurut banyak pakar, trio ini adalah armada ofensif terbaik di dunia saat ini.
Persiapan Prancis berjalan dinamis. Mereka mengalahkan Brasil dan Kolombia pada bulan Maret. Namun, Pantai Gading sempat mengejutkan mereka dengan kekalahan 1-2. Prancis kemudian bangkit dan menang 3-1 melawan Irlandia Utara pada laga uji coba terakhir.
Sénégal membawa ambisi besar dari Afrika. Juara Piala Afrika ini masih menunggu keputusan hukum terkait status mereka setelah mengalahkan Maroko di final. Sambil menunggu hasil dari Tribunal arbitral du sport (TAS), Sénégal ingin membuktikan diri. "Kami adalah tim terbaik di Afrika dan siap menghadapi siapa saja," bunyi pesan tersirat dari performa mereka.
Norwegia siap menjadi batu sandungan. Negara Skandinavia ini hanya punya sedikit sejarah di turnamen besar. Mereka baru sekali lolos ke Euro pada tahun 2000 dan tiga kali ke Piala Dunia. Namun, situasi sekarang berbeda. Norwegia memiliki Martin Odegaard, Alexander Sorloth, dan Erling Haaland. Tiga pemain ini bisa menyulitkan tim raksasa mana pun.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, membawa mentalitas tanpa rasa takut. Gaya bermain mereka agresif mirip klub Bodo/Glimt di Liga Champions. Solbakken memiliki pengalaman matang. Dia pernah melatih FC Köln dan Wolverhampton sebelum kembali ke Norwegia pada 2020.
Irak melaju lewat jalur yang tidak mudah. Mereka harus melewati babak play-off antarbenua untuk lolos. Ini adalah Piala Dunia kedua dalam sejarah sepak bola Irak. Berdasarkan catatan sejarah, penampilan pertama mereka terjadi 40 tahun lalu di Meksiko tanpa meraih satu poin pun.
Kursi kepelatihan Irak kini dipegang oleh Graham Arnold. Pelatih berpengalaman ini memimpin Australia antara tahun 2018 dan 2024. Dia membawa Australia tampil mengesankan di Qatar sebelum disingkirkan oleh Argentina dengan skor 2-1.